Siapa tidak kenal jambu air, buah satu ini memang favorit banyak orang. Rasanya yang segar, tanpa aroma mencolok paling cocok menjadi bahan untuk membuat rujak dimusim panas. Bagaimana dengan Anda? Anda juga menyukainya bukan?

Menjalankan usaha penanaman bibit jambu air jelas sebuah usaha yang menarik. Selama ini penanaman bibit jambu air hanya sekedar untuk tujuan mengisi pekarangan rumah. Karenanya tidak banyak stok buah ini di pasaran. Kalaupun ada pedagang buah yang menjual buah jambu air itu hanya dalam jumlah terbatas karena hanya hasil dari panen 1 – 2 pohon jambu air di pekarangan.

Mengenal Sekilas Tentang Bibit Jambu Air

Jambu air mengandung banyak air dan ion yang baik untuk menjaga vitalitas tubuh. Buah ini juga mengandung vitamin C. Buah satu ini juga sangat sering diolah dalam berbagai penganan segar seperti rujak, salad dan asinan, menambah banyak deretan penggemar bagi buah ini.

bibit jambu airBibit jambu air memiliki begitu banyak varian. Meski tiap varian tidak memiliki banyak perbedaan signifikan namun ragam jenis tanaman ini bisa memberi Anda pilihan dalam budidaya. Secara umum bibit jambu air terbagi dalam dua golongan. Bibit jambu air besar dan bibit jambu air kecil. Yang masuk kategori jambu air kecil diantaranya ada camplong, kancing, dan mawar. Dan untuk kategori jambu air besar, ada jambu semarang, cincalo, jambu lilin dan jambu apel.

Secara komersial buah ini sebenarnya sudah cukup memenuhi syarat. Hanya saja buah jambu air lebih mudah busuk, karena memang buah ini tidak terbungkus kulit buah yang layak sehingga rusak fisik sedikit saja sudah dapat memicu pembusukan. Inilah kendala utama bagi para pebisnis agro dalam menanam bibit jambu air.

Kendala lain yang juga menjadi permasalahan adalah hingga kini belum ada riset secara serius untuk jenis bibit jambu air unggulan, meski potensi pasar cukup besar. Karenanya petani dan pelaku bisnis perlu menerapkan beberapa langkah untuk dapat memaksimalkan produksi meski tanpa bibit jambu air unggulan.

Kiat Sukses Penanaman Bibit Jambu Air

Untuk menanam bibit jambu air ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

1. Pemilihan Bibit Jambu Air

Dalam memilih bibit, Anda harus memastikan bibit jambu air berasal dari indukan yang sehat dan produktif serta berusia minimal 15 tahun. Sebaiknya pilihlah bibit jambu air dari hasil okulasi atau cangkok karena akan lebih cepat berbuah.

2. Lahan Penanaman

Anda perlu menanam bibit jambu air pada kawasan yang sesuai dengan habitat asli tanaman ini. Hal ini untuk menghasilkan panen yang optimal. Tanaman ini berasal dari kawasan indocina dan asia tenggara, jadi iklim tropis adalah sangat tepat bagi jambu air. Namun secara spesifik, tanaman ini membutuhkan kawasan dataran rendah sekitar 1000m dpl, dengan curah hujan antara 500 – 3000 ml pertahun.

3. Media Tanam

Untuk media tanam yang bisa mengoptimalkan produksi jambu air, Anda perlu memilih media tanam yang gembur, subur, lembab dan banyak mengandung humus. Anda perlu melakukan persiapan pra tanam seperti pembersihan lahan, pemupukan, pengapuran dan penggemburan. Untuk lubang tanam yang tepat tentu sesuai dengan kondisi tanah, namun secara umum ukuran yang tepat sekitar 60 x 60 x 60 cm dengan jarak 8 m.

4. Penanaman

Yang penting dalam langkah ini adalah memastikan Anda menanamnya pada saat awal musim penghujan, saat sore hari. Anda juga perlu melakukan penanaman pada saat yang berbarengan sekaligus.

5. Pemeliharaan

Langkah dasar dalam pemeliharaan pasca penanaman bibit jambu air sebenarnya tidak banyak berbeda dengan pemeliharaan tanaman lain. Tahapan standar adalah penyiraman, pemupukan, penyaingan dan pemangkasan serta pengendalian hama. Hal yang perlu Anda perhatikan pada tahap pemupukan dan pengendalian hama :

a. Pemupukan

Pemupukan dapat Anda bedakan pada saat baru tanam ( saat kondisi bibit ), masa sebelum berbuah dan pasca berbuah. Pada masa bibit, pemberian pupuk adalah pupuk kandang 2x dan pupuk buatan 1x. Sedang sebelum berbuah, Anda dapat memadukan 2 pupuk dengan komposisi 2/3 pupuk kandang dan 1/3 pupuk urea, sebanyak 3 kali.

Dan untuk pasca berbuah, komposisi pupuk dapat Anda sesuaikan dengan keadaan cuaca. Pada awal penghujan, Anda bisa memberi pupuk kandang. Kemudian komposisi pupuk urea, KCI dan TSP pada musim berbunga. Ulangi pemupukan buatan tadi pada saat buah berukuran telur puyuh. Pemupukan Anda lakukan dengan menanamnya dalam rorak sekeliling pohon.

b. Pengendalian Hama

Pada pengendalian hama, tanaman jambu air sangat rentan hama dan buahnya juga tidak bisa terganggu hama sedikitpun. Karenanya pemberian pestisida dan fungisida sangat perlu. Selain itu Anda harus membungkus buah kecil dengan plastik-plastik demi mencegah gangguan hama.

Kiat dalam penyemprotan pestisida, hindari waktu penyemprotan pada saat cuaca mendung dan saat akan turun hujan. Lakukan pula penyemprotan pada saat buah masih ukuran pentil dan pada saat buah menjelang matang, untuk mencegah berbagai serangga merusak buah. Lakukan penyemprotan dengan dosis terbatas. (Baca juga artikel tentang Bibit Belimbing)