Belakangan ini bibit gmelina atau biasa dikenal dengan jati putih memang sedang menanjak permintaannya. Meski belum sepopuler sengon, jabon dan jati biasa, namun secara perlahan tapi pasti, bibit gmelina mulai menunjukan gigi. Hal ini menyebabkan semakin terdorongnya minat para pebisnis agro yang mencari kayu dengan nilai lebih tinggi, terutama untuk permintaan ekspor yang lebih baik.

bibit gmelinaSalah satu ciri dari kayu gmelina adalah warnanya yang pucat dan serat kayunya yang beralur yang membuat kayu gmelina terkesan mengalir. Dari sinilah kayu gmelina menjadi indah menurut para konsumen. Didukung dengan tekstur kayunya yang agak lunak, namun cukup kuat, membuat kayu jenis ini sangat banyak peminatnya terutama untuk kemudian diproses kembali menjadi produk estetis. Seperti kerajinan, ukiran, aksesoris interior dan cinderamata. Bahkan hasil olahan gmelina telah tampil di berbagai hotel bintang lima dunia.

Mulai banyaknya permintaan atas kayu gmelina otomatis mendorong permintaan bibit gmelina meningkat tajam. Terlebih sejak permintaan ekspor ke beberapa negara seperti Jepang dan Korea meningkat. Bibit gmelina laku keras di pasaran.

Yang menjadi masalah, kayu gmelina bukan type kayu yang mudah tumbuh seperti sengon dan jabon. Jika sengon hanya memerlukan waktu hingga 5 tahun untuk mencapai kematangan siap panen, maka bibit gmelina perlu waktu hingga 10 tahun untuk menjadi dewasa dan matang siap panen. Itu pun dengan ukuran tajuk pohon yang hampir sama dengan diameter sekitar 40 cm dan tinggi hinga 30 m.

Bagaimana jika Anda berkeinginan untuk mencoba mempercepat pertumbuhan bibit gmelina ini? Mungkinkah Anda bisa melakukan panen pada usia dibawah 10 tahun dengan ukuran yang cukup komersil? Mungkinkah juga Anda memberikan perlakukan khusus pada bibit gmelina sehingga menjadi tanaman yang lebih produktif? Teruskan membaca…

Tips Mempercepat Pertumbuhan Bibit Gmelina

Cara paling akurat dalam menghasilkan kayu jati putih yang optimal dan berkualitas adalah dengan memilih lahan yang sesuai karakter bibit gmelina serta memaksimalkan perawatan dalam intensitas tinggi. Namun secara teknis, ada beberapa cara untuk mengoptimalkan produksi penanaman bibit gmelina.

1. Memahami karakter gmelina dan bibit gmelina.

Memahami karakter dari gmelina akan membantu Anda dalam memperlakukan kebun jati putih Anda ini dengan tepat. Termasuk disini bagaimana seharusnya melakukan penanaman dan perawatan bibit gmelina. Gmelina termasuk tanaman yang mudah dalam perawatan. Bahkan masa perwatan intensif hanya perlu Anda lakukan selama 1 tahun pertama saja.

Dalam menanam bibit gmelina Anda juga harus memahami karakter bibit gmelina tidak memerlukan ajir atau penyangga dengan karakter akar yang juga berbentuk tunggang namun tidak terlalu melebar.

2. Memilih lahan yang tepat

Ketika Anda sudah mampu menerjemahkan karakter dari gmelina dan cara budidayanya, kini Anda perlu memilih lahan yang sesuai dengan kebutuhan gmelina. Pada dasarnya bibit gmelina akan mampu tumbuh besar maksimal karena faktor utama air, pupuk, kualias tanah dan asupan matahari yang baik.

Jadi Anda perlu fokus pada lahan dengan kemudahan akses air bersih sekaligus memiliki curah hujan yang lumayan. Paparan sinar matahari dan kebutuhan pohon mutlak dibutuhkan sehingga Anda perlu memperhatikan unsur pencahayaan pohon. Penting bagi Anda untuk menemukan lahan yang minim ancaman hama serta mudah dalam mengakses transportasi dan tenaga kerja.

Temukan tanah dengan kesuburan tinggi, tingkat homogenitas tanah yang tinggi dan topografi yang merata. Kualitas tanah sangat penting dalam poin ini selain syarat lain seperti awasan dataran rendah sekitar 600m dpl dan curah hujan menengah seperti 1200 ml pertahun. Namun sebaiknya Anda waspada karena dataran rendah kerap mengalami banjir.

3. Menyiapkan lahan tanam bibit gmelina dengan maksimal

Salah satu tahap penting dalam penanaman gmelina adalah persiapan tanam. Sebelumnya telah ada pembahasan bahwa sebisa mungkin Anda medapatkan lahan yang sudah subur dan homogen. Tetapi Anda juga perlu menyiapkan lahan agar siap Anda tanami. Seperti lakukan pembersiah dari rumput liar, berikan herbisida bila perlu, gemburkan tanah dan lakukan pemupukan secara merata.

Kemudian siapkan lubang tanam bibit gmelina. Untuk tanaman jati putih ini Anda perlu menyiapkan jarak tanam sekitar 1,5 x 1.5 cm, dengan kedalaman sekitar 30 cm karena akar gmelina bukan tipe melebar. Ukuran ini tidak baku, Anda harus sesuaikan dengan kondisi homogenitas tanah.

4. Penanaman dan perawatan optimal

Penanaman sebaiknya Anda lakukan pada musim penghujan. Meski bibit gmelina tergolong kuat, sebaiknya hindari waktu berangin untuk menghindari bibit terbongkar. Setelah penanaman, Anda harus memaksimalkan masa perawatan. Pemupukan dan penyaingan gulam atau rumput liar, juga penggemburan harus Anda lakukan dalam intensitas tinggi.

Meski jenis gmelina ini hanya perlu perawatan intensif selama 1 tahun, namun demi memperoleh hasil panen lebih cepat dari 10 tahun, sebaiknya Anda memperpanjang masa perawatan intensif. Ketika pohon Gmelina sudah mencapai usia 3 tahun kegiatan perawatan intensif bisa Anda kurangi kekerapannya hingga usia 5 tahun.

Anda juga harus selalu waspada pada kemungkinan serangan penyakit dan hama. Pemberian pestisida bisa menjadi solusi meski ada baiknya Anda berikan secara berkala dan terbatas. Namun pengawasan pada fisik juga bisa menjadi alternatif, karena sebuah pohon yang terserang penyakit biasanya akan menular. Solusinya, tebang pohon tersebut!

Pada dasarnya trik-trik di atas adalah pengoptimalan prinsip prinsip dasar penanaman bibit gmelina. Karena biasanya pemilik kebun cenderung menghilangkan intensitas perawatan terhadap bibit gmelina pasca 1 tahun tanam. Meski hal ini dapat menghemat biaya dan tenaga, namun dapat mengurangi kualitas hasil penanaman bibit gmelina. (baca artikel tentang : bagaimana mendapatkan bibit gaharu)

bibit gmelina
bibit gmelina
bibit gmelina

Gmelina atau yang dikenal juga sebagai Jati Putih termasuk tanaman penghasil kayu yang produktif. Tanaman jati putih berasal dari Asia Tenggara, di negara lain dikenal dengan nama Gamari atan Gumadi (India), Gamar (Bangladesh) atau Yemane (Myanmar). Banyak ditanam sebagai tanaman pelindung, sebagian besar dimanfaatkan sebagai tanaman komersil. Para petani tertarik dengan nilai kayu jenis ini. Semua bagian pohon dapat dimanfaatkan untuk dijual, mulai dari batang gelondongan, cabang bahkan ranting. Nilai ekonomis kayu ini yang tinggi membuat tanaman ini ditanam dari tepi jalan, di kebun, di halaman dan sebagainya.

Pohon Gmelina dapat tumbuh baik pada ketinggian 90-900 m dpl. Bentuk pohon bulat, lurus dan tidak berbanir. Ketinggian pohon mencapai 30 m dengan diameter 100 cm dan berbatang bebas cabang 15 m. Tajuk menyerupai kerucut atau tidak teratur dengan percabangan banyak. Daur tanaman untuk bahan baku pulp 8 tahun dan non-pulp 15 tahun.

Kami membudidayakan bibit gmelina / jati putih dalam jumlah besar dengan usia dan ukuran yang bervariasi, dari usia 1 bulan hingga usia 1 tahun dan variasi ukuran mulai dari 30-100cm. Kami melayani kerjasama dengan instansi pemerintah/swasta untuk program reboisasi, reklamasi pasca tambang, maupun program reboisasi umum serta kami memberikan konsultasi dan pelatihan penanaman Bibit Gmelina bagi Anda pembeli bibit dari kami.

Informasi dan Pemesanan Bibit Gmelina / Jati Putih Hubungi :
Tani Sejahtera
Telp : 0812 160 5732 atau 0858 5359 5509
Desa Tanjung Kalang
Kec. Ngronggot
Nganjuk Jawa Timur
Web : www.jualbibitunggul.com
Email : Tanisejahtera1@gmail.com

Baca yang Ini Juga !!close